Panduan Penting Menciptakan Peraturan Sosial Media untuk Karyawan
Bingung gimana ngatur karyawan biar nggak asal posting di media sosial yang bisa merusak citra perusahaan? Pusing bikin aturan main yang jelas dan mudah dipahami? Artikel ini kasih kamu semua jawabannya! Selain ngejelasin hal-hal yang wajib ada di dalam aturan main media sosial karyawan, kamu juga bakal dapet tips gimana cara ngedukasi mereka.
Pernah terpikir apakah tindakan media sosial karyawan dapat merusak reputasi perusahaan Anda? Itu benar! Karena itu, buat aturan main media sosial yang jelas untuk membuat merek Anda lebih menarik.
Aturan Utama Media Sosial untuk Melindungi Brand Anda
Perusahaan inovatif akan menetapkan aturan lengkap untuk penggunaan media sosial karena penggunaan media sosial secara tidak terkendali dapat merugikan bisnis anda.
Aturan Main Media Sosial Karyawan Harus:
- Waspada Masalah Hukum: Dari awal project, pastikan udah jelas mana yang boleh dan nggak boleh di-share ke media sosial. Oh ya, perlu diskusi nih soal disclaimer "pendapat pribadi". Penting nggak sih karyawan pakai disclaimer ini?
- Awas Akun Brand Abal-Abal: Punya kantor cabang di mana-mana? Aturan main media sosialmu wajib kasih tau semua akun resmi perusahaan. Minta karyawan untuk cuma pakai akun resmi itu aja kalau mau posting soal brand. Bikin aja formulir pengajuan akun media sosial baru. Dengan begini, semangat karyawan yang pengin bikin akun baru bisa disalurkan dengan diskusi yang sehat, bukan malah suruh hapus akun seenaknya.
- Karyawan Pindah Kerja? Update Dulu Profilnya! Karyawan yang pindah kerja kadang lupa update profil media sosialnya. Ini bisa bikin bingung klien atau orang yang nyari karyawan di LinkedIn. Walaupun kamu nggak bisa maksa mereka update info, minimal masukin permintaan update ke dalam proses resign karyawan.
Contoh Aturan Main Media Sosial Perusahaan
Banyak brand yang share aturan main media sosial mereka ke publik. Kamu bisa pakai contoh ini sebagai inspirasi, tapi inget ya, ini cuma versi publik. Perusahaan biasanya punya aturan main yang lebih lengkap buat internal.
Banyak merek mengumumkan aturan media sosial mereka. Meskipun Anda dapat menggunakan contoh ini sebagai sumber inspirasi, ingatlah bahwa ini hanya contoh publik. Perusahaan biasanya memiliki aturan main yang lebih lengkap untuk tingkat internal.
Ajari Pekerja Aturan Main Media Sosial
Ajak tim media sosial perusahaan untuk menjelaskan aturan main media sosial kepada karyawan baru saat onboarding. Bantu mereka mengubah akun mereka agar sesuai dengan brand.
Kamu dapat kreatif dengan cara ini untuk memberi tahu lebih banyak orang:
- Lunch and Learn: Anda dapat membahas media sosial perusahaan selama makan siang. Jika kantor Anda terbagi, pertemuan dapat dilakukan lewat video. Rekam pertemuan untuk orang yang tidak dapat hadir dapat menontonnya nanti.
- Jam Konsultasi Media Sosial: Buat pertemuan konsultasi media sosial khusus untuk klien Anda. Ini akan membantu karyawan yang ragu untuk bertanya saat pertemuan atau sepanjang hari. Dengan demikian, tim sosial media Anda dikenal sebagai sumber bantuan yang dapat diandalkan, bukan polisi merek.
- Email Amplifikasi Media Sosial: Kirim email dengan konten yang ingin dibagi oleh karyawan Anda. Untuk orang yang sibuk, masukkan contoh teks yang mudah dicopy-paste. Namun, ingatlah bahwa email tidak dapat menjadi andalan. Rata-rata, 76% email internal terbuka.
- Channel Media Sosial di Slack/Teams: Share konten media sosial dengan Slack atau Microsoft Teams.
Lanjutkan Kesuksesan dengan Pedoman Media Sosial Karyawan
Selain pedoman media sosial perusahaan, pastikan karyawan bisa mengakses brand voice agar mereka bisa mencerminkan bahasa brand dan terlibat dengan konten yang paling mendukung tujuan perusahaan di platform media sosial.
Pemantauan dan Pendidikan Berkelanjutan
Pemantauan dan pendidikan yang berkelanjutan adalah kunci untuk mendapatkan hasil maksimal dari pedomanmu. Dengan basis advokat brand yang antusias, kamu lebih mungkin melihat ROI sosial yang dibutuhkan untuk mencapai tujuanmu.













