Ilusi dalam social media marketing
Saat Anda mulai mengidentifikasi dan memantau merek yang Anda sukai di platform media sosial tertentu, Anda mungkin tergoda untuk menyimpulkan bahwa hal itu sangat mudah atau mereka hanya beruntung. Padahal, sebagian besar merek yang sukses di media sosial sebenarnya didasarkan pada ilusi.
Saat Anda mulai mengidentifikasi dan memantau merek yang Anda sukai di platform media sosial tertentu, Anda mungkin tergoda untuk menyimpulkan bahwa hal itu sangat mudah atau mereka hanya beruntung. Padahal, sebagian besar merek yang sukses di media sosial sebenarnya didasarkan pada ilusi.
Mari kita pikirkan sejenak tentang sebuah pesta yang luar biasa. Pikirkan kembali pesta liburan yang pernah Anda hadiri. Apakah itu tampak ajaib? Mungkin iya.
Sekarang, jika Anda pernah memiliki (kesialan) untuk merencanakan acara seperti itu, Anda pasti tahu bahwa ada banyak pekerjaan yang terlibat di dalamnya, mulai dari memilih tanggal dan tempat, menyusun daftar tamu, hingga menyiapkan makanan dan minuman, hingga mendekorasi tempat, dan memastikan bahwa pesta berjalan lancar.
Ilusi Pesta
Pesta hebat sering kali memiliki elemen ilusi: tampak mudah dan sempurna, padahal kenyataannya memerlukan banyak usaha dan persiapan. Demikian pula dengan upaya pemasaran media sosial yang hebat (seperti Katy Perry atau Lady Gaga di YouTube). Mungkin tampak mudah bagi penggemar, namun sebenarnya ada banyak pekerjaan yang dilakukan untuk mempromosikan, mengelola, dan mengembangkan "pesta media sosial" mereka.
Ilusi Pemasaran Media Sosial
Sehubungan dengan pemasaran media sosial, fenomena ilusi ini seringkali menciptakan kesalahpahaman bahwa pemasaran media sosial itu mudah atau gratis. Padahal, pemasaran media sosial membutuhkan banyak pekerjaan dan investasi waktu, bahkan jika Anda tidak mengeluarkan banyak uang untuk iklan berbayar.
Dalam konteks pemasaran media sosial, fenomena ilusi ini seringkali menciptakan kesan salah bagi publik. Mereka mungkin berpikir ini mudah atau gratis. Penting bagi kita untuk mendidik mereka bahwa sebenarnya hanya "tampak" mudah atau "tampak" gratis. Pemasaran media sosial mungkin tidak memerlukan banyak uang, tetapi memerlukan banyak pekerjaan.
Tugas pertama Anda adalah mendidik diri sendiri tentang semua aspek pemasaran media sosial, mulai dari mengembangkan strategi konten hingga membuat dan mengelola konten (seperti postingan blog, gambar, dan video), hingga memantau saluran media sosial secara berkelanjutan, hingga mengukur keberhasilan Anda. Jelaskan kepada tim bahwa meskipun pemasaran media sosial mungkin tidak membutuhkan banyak uang, tetapi membutuhkan banyak pekerjaan!
Tugas kedua Anda adalah mengatur pertemuan dengan atasan dan/atau tim pemasaran Anda. Diskusikan semua hal yang perlu dilakukan untuk sukses dalam pemasaran media sosial, seperti yang disebutkan di atas. Jelaskan bahwa pemasaran media sosial bukanlah sekadar memposting beberapa konten di media sosial dan mengharapkan hasil yang luar biasa. Ini adalah proses yang membutuhkan perencanaan, strategi, dan eksekusi yang matang. Edukasi tim bahwa meskipun mungkin tidak memerlukan banyak uang, pemasaran media sosial memerlukan upaya yang signifikan!
Diskusikan semua hal yang perlu dilakukan untuk berhasil dalam pemasaran media sosial, mulai dari perencanaan konten, pembuatan konten (seperti video), pemantauan saluran media sosial secara berkelanjutan, hingga mengukur keberhasilan Anda.













