Mau Level Up Karier? Coba Model GROW!
Model GROW kayak peta buat kamu yang pengin ngebut ngejar mimpi karier. Dengan ngikutin 4 langkah ini, kamu bisa ngatur strategi yang jelas, realistis, dan bikin kamu terus termotivasi.
Hai Sobat ambisius! Pernah bingung gimana ngatur strategi biar karier kamu melesat kayak roket? Tenang, ada rahasia jitu nih: Model GROW.
GROW model adalah kerangka kerja yang sederhana namun sangat kuat untuk menyusun sesi coaching atau mentoring. Ini melibatkan menetapkan tujuan, mengeksplorasi realitas saat ini, menjelajahi opsi, dan menetapkan keinginan untuk bertindak. Tujuan haruslah Spesifik, Measurable, Attainable, Realistic, dan Time-bound (SMART).
GROW itu singkatan dari Goal, Reality, Options, Will. Bingung? Santai, Sobat! Mari kita kupas satu-satu:
1. Goal (Tujuan):
Mimpi kamu apa, Sobat? Pengin jadi leader tim dalam 2 tahun? Oke, jadiin itu SMART Goal kamu: Spesifik, bisa diukur, bisa dicapai, realistis, dan ada batas waktu. ️
2. Reality (Kenyataan):
Sekarang kamu gimana? Udah punya pengalaman ngatur orang atau ngurus klien internasional? Jujurin sama diri kamu, Sobat.
3. Options (Pilihan):
Gimana caranya capai goal kamu? Brainstorming bareng yuk! Apa skill tambahan yang kamu butuh? Ikut pelatihan? Pimpin proyek kecil?
4. Will (Komitmen):
Nah, ini dia yang penting! Siap berkomitmen nggak buat ngelakuin langkah-langkah yang udah kamu pilih? Janji deh bakal konsisten dan pantang menyerah?
Untuk menggunakan model GROW, pelatih dan anggota tim perlu melihat perilaku yang ingin mereka ubah dan menyusun perubahan ini sebagai tujuan SMART. Tujuan ini haruslah Spesifik, Measurable, Attainable, Realistic, dan Time-bound. Pertanyaan yang bisa diajukan selama langkah ini termasuk bagaimana mereka akan tahu jika anggota tim mereka telah mencapai tujuan ini, bagaimana masalah atau isu tersebut diselesaikan, dan apakah itu sesuai dengan tujuan karir mereka secara keseluruhan dan tujuan tim.
Setelah realitas saat ini dieksplorasi, pelatih dan anggota tim harus melakukan brainstorming sebanyak mungkin opsi yang baik dan mendiskusikannya dengan anggota tim. Mereka harus menawarkan saran mereka sendiri namun membiarkan anggota tim yang lebih banyak berbicara. Penting untuk membimbing tim ke arah yang benar tanpa benar-benar membuat keputusan untuk mereka.
Contohnya:
Temen kamu, Julie, pengin jadi team leader dalam 2 tahun (SMART Goal!). Dia ngobrol sama mentornya (kamu!) tentang pengalamannya dan ngaku belum jago ngatur orang.
Bareng-bareng mereka bahas skill tambahan yang Julie butuh, kayak ngelatih tim kecil atau belajar ngurus klien internasional. Mentornya nawarin kesempatan buat Julie pimpin proyek kecil, biar dia nambah pengalaman.
Julie setuju dan janji buat terus ngembangin diri, tetep ngegas di kerjaan sekarang, dan aktif ngobrol sama tim internasional.
Kesimpulan:
Model GROW kayak peta buat kamu yang pengin ngebut ngejar mimpi karier. Dengan ngikutin 4 langkah ini, kamu bisa ngatur strategi yang jelas, realistis, dan bikin kamu terus termotivasi.
Untuk menggunakan model GROW, pelatih dan anggota tim perlu melihat perilaku yang ingin mereka ubah dan menyusun perubahan ini sebagai tujuan SMART. Tujuan ini haruslah Spesifik, Measurable, Attainable, Realistic, dan Time-bound. Pertanyaan yang bisa diajukan selama langkah ini termasuk bagaimana mereka akan tahu jika anggota tim mereka telah mencapai tujuan ini, bagaimana masalah atau isu tersebut diselesaikan, dan apakah itu sesuai dengan tujuan karir mereka secara keseluruhan dan tujuan tim.
Setelah realitas saat ini dieksplorasi, pelatih dan anggota tim harus melakukan brainstorming sebanyak mungkin opsi yang baik dan mendiskusikannya dengan anggota tim. Mereka harus menawarkan saran mereka sendiri namun membiarkan anggota tim yang lebih banyak berbicara. Penting untuk membimbing tim ke arah yang benar tanpa benar-benar membuat keputusan untuk mereka.
Secara keseluruhan, Model GROW dalam Coaching adalah alat yang kuat yang membantu para pelatih struktur sesi coaching dan mentoring dengan anggota tim. Dengan bertanya pertanyaan yang terbuka, fleksibel, dan dapat disesuaikan, para pelatih dapat membantu klien mereka untuk merefleksikan situasi mereka, menghasilkan solusi mereka sendiri, dan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Dengan menggunakan model GROW, para pelatih dapat memberdayakan klien mereka, memotivasi mereka untuk pembelajaran dan pengembangan mereka sendiri, dan meningkatkan keterampilan coaching personal dan hasilnya.













