Strategi membuat persona linkedin untuk content marketing
Pelajari cara mengoptimalkan riset audience persona di LinkedIn untuk membangun konten marketing yang lebih efektif. Temukan tips dan trik mudah untuk menggali informasi berharga dari profil LinkedIn dan ciptakan persona yang tepat sasaran.
Gali Persona di LinkedIn: Sumber Gratisan buat Konten Marketing Jagoan!
Strategi Account-Based Marketing (ABM) biasanya melibatkan analisa profil LinkedIn perusahaan yang nyari keyword dan frasa terkait layanan kita. Meskipun analisa ini nggak nunjukin niat beli yang jelas, tetep bisa ngebantu ngembangin persona yang lebih lengkap buat konten marketing yang lebih efektif.
Mencari Persona di LinkedIn: Gampang Kayak Ngopi Pagi!
Pertama, bikin list orang buat diriset. LinkedIn kasih filter kayak koneksi, lokasi, topik yang dibahas, perusahaan sekarang dan dulu, sekolah, industri, bahasa profil, peluang kerja, kategori layanan, dan keyword. Pilih filter yang sesuai sama target kamu, misalnya audience di Timur Tengah atau posisi tertentu.
Pelajari Profil LinkedIn dari Atas ke Bawah:
Abis nemuin list orang, langsung aja pelajarin profil mereka satu-satu. Gunakan satu profil buat nemuin orang lain dengan persona yang sama. LinkedIn kasih fitur "orang yang mungkin kamu kenal" dan "orang lain yang dilihat" buat ngebantu kamu nemuin koneksi baru.
Headline: Jendela ke Persona yang Kamu Incar!
Headline di profil LinkedIn muncul di bawah nama dan bisa ngasih gambaran tentang misi, motivasi, dan ambisi seseorang. Misalnya, "product management leader yang passionate ngembangin produk keren buat ngatasi masalah customer" atau "social media marketer yang jago bangun hubungan lewat konten dan social media marketing yang kece."
Tentang (About): Kenalan Lebih Dekat dengan Persona!
Di bagian "Tentang (About)", pengguna LinkedIn bisa ngejelasin diri mereka pake 2.600 karakter. Informasi detail tentang peran dan tanggung jawab mereka bisa ngebantu ngebayangin persona mereka dengan lebih baik. Contohnya, seorang product management leader mungkin passionate "ngideain dan ngeluncurin solusi teknologi yang ngatasi masalah nyata dan ngehasilin pencapaian bisnis."
Featured: Portofolio Konten yang Menarik!
Featured adalah area opsional di LinkedIn yang ngebiarin pengguna nunjukin postingan, newsletter, artikel, link eksternal, dan media yang diupload. Misalnya, Brett Durrett, Director of Product Management di Google, ngeshare presentasi SlideShare dari waktunya di IMVU, termasuk "Continuous Deployment at Lean LA" dan "Learning Fast With A/B Testing and Continuous Deployment."
Pengalaman (Detail Pekerjaan): Pelajaran Berharga dari Persona!
Di bagian pengalaman, pengguna LinkedIn bisa ngejelasin riwayat pekerjaan mereka, termasuk jabatan, nama organisasi, tahun kerja, lokasi, dan detail pekerjaan. Contohnya, localization program manager di perusahaan teknologi ngasih informasi tentang "dampak terukur dari timnya, teknologi yang digunakan, proses atau perubahan proses yang diterapkan, dan manfaat tambahan yang didapatkan." Informasi ini bisa ngebantu kamu ngembangin konten yang relevan buat audience kamu.
Kesimpulan: LinkedIn - Perpustakaan Persona Gratis!
Dengan stalking (baca: riset) profil LinkedIn dengan teliti, kamu bisa ngumpulin informasi berharga tentang audience persona kamu tanpa mengeluarkan biaya. LinkedIn bisa jadi perpustakaan persona gratis yang ngebantu kamu ngembangin konten marketing yang lebih jagoan dan ngena sasaran.
Yuk, sharing di kolom komentar! Pernah nggak kamu pake LinkedIn buat riset persona? Strategi apa yang kamu gunakan?













