Bosan dengan Konten Biasa Aja? Yuk, Coba Framework Ini!

Bosan dengan konten marketing yang gitu-gitu aja? Artikel ini membahas 5 framework jagoan untuk membuat konten marketing yang lebih efektif dan bisa meningkatkan visibilitas perusahaan.

Bosan dengan Konten Biasa Aja? Yuk, Coba Framework Ini!

Funnel Vision: Musuh Terbesar Kontenmu!

Sobat, pernah nggak sih ngerasa kalau kontenmu itu-itu aja? Kayak stuck di satu tahap doang, nggak berkembang? Bisa jadi kamu lagi kena penyakit yang namanya funnel vision. Ini adalah kondisi di mana fokus konten cuma ke satu bagian aja, biasanya tahap penjualan (penjualan, penjualan, penjualan!). Padahal, ada banyak banget peluang emas di tahap sebelum dan sesudah penjualan yang sering kali terlewat.

Akibatnya apa? Audiensmu nggak tumbuh, kontenmu nggak ada yang peduli, dan bisnismu ya gitu-gitu aja. Nah lho, nggak seru kan? Jadi, gimana sih cara ngecek apakah kontenmu lagi kena funnel vision? Gampang, perhatiin nih:

  • Audiensmu nggak nambah: Kalau jumlah pengikut atau pelanggan setia nggak bertambah, bisa jadi ini tanda bahaya.

  • Kontenmu cuma nunjukin produk: Kalau semua kontenmu cuma tentang produk atau jasa, bisa jadi kamu lagi terlalu fokus jualan.

  • Metrik kontenmu cuma nontonin lead: Kalau kamu cuma peduli sama jumlah lead, itu artinya kamu nggak ngeliat potensi jangka panjang dari kontenmu.

  • Tim kontenmu kayak tukang pesen: Kalau tim kontenmu cuma nungguin permintaan dari sales, itu artinya kreativitas dan strategi kontenmu kurang maksimal.

Konten Acak-acakan: Musuh Kedua Kontenmu!

Selain funnel vision, ada lagi musuh besar kontenmu, yaitu konten acak-acakan. Ini terjadi ketika konten dibuat tanpa perencanaan, hasilnya nggak jelas, dan nggak nyumbang apa-apa buat bisnis. Ciri-cirinya:

  • Tim konten nggak kompak: Kalau tim konten sama tim lain nggak satu visi, pasti kontenmu bakal kacau balau.

  • Pesan brand nggak konsisten: Kalau setiap bagian perusahaan punya pesan yang beda-beda, gimana audiens mau percaya sama brandmu?

  • Cuma ngeliatin angka-angka: Kalau kamu cuma fokus ke metrik yang nggak penting, kontenmu nggak bakal efektif.

  • Konten nggak bisa berkembang: Kalau kontenmu nggak bisa menyesuaikan dengan perubahan pasar atau produk baru, itu artinya kamu ketinggalan zaman.

Gimana Cara Bikin Konten yang Jagoan?

Tenang, Sobat KopiPagi, nggak perlu panik! Ada kok solusinya. Ali Wert, seorang ahli konten, punya 5 framework yang bisa bantu kamu bikin konten yang jagoan. Yuk, kita bahas satu-satu!

1. StoryBrand: Ceritain Dulu, Jualan Belakangan

Percaya nggak kalau manusia itu lebih suka cerita daripada iklan? Makanya, sebelum ngomongin produk, ceritain dulu tentang audiensmu. Siapa mereka? Apa masalahnya? Gimana produkmu bisa jadi solusi? Ini yang disebut dengan framework StoryBrand.

Caranya gimana? Kamu harus ngebangun cerita tentang "hero" (audiensmu). Mulai dari tujuan mereka, masalah yang dihadapi, solusi yang dicari, sampai hasil akhirnya. Nah, cerita inilah yang bakal jadi dasar kontenmu.

2. Marketecture: Pahami Audiensmu Sampe Tuntas

Mau bikin konten yang nyentuh hati audiens? Kamu harus paham banget tentang mereka. Framework marketecture bisa bantu kamu dalamin pemahaman tentang audiens.

Caranya, buat tabel dengan tiga kolom: why (masalah audiens), how (solusi produkmu), dan what (manfaat produk buat audiens). Dengan ngisi tabel ini, kamu bakal punya banyak banget bahan buat bikin konten yang relevan.

3. Jobs-to-be-Done: Temukan Motivasi Tersembunyi

Kenapa sih orang beli produkmu? Jawabannya nggak selalu tentang fitur atau harga. Kadang, orang beli produk karena pengen ngerasa sesuatu. Framework jobs-to-be-done bisa bantu kamu menemukan motivasi tersembunyi ini.

Caranya, tanya diri sendiri: "Orang butuh ngapain sih biar hidupnya lebih enak?" Dengan ngejawab pertanyaan ini, kamu bisa bikin konten yang ngena banget di hati audiens.

4. Audience Needs: Penuhi Semua Kebutuhan Audiens

Konten yang bagus itu nggak cuma tentang jualan. Kamu juga harus kasih konten yang menghibur, edukatif, dan inspiratif. Framework audience needs bisa bantu kamu bikin konten yang lengkap.

Caranya, identifikasi lima kebutuhan utama audiensmu, terus bikin konten yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Misalnya, kamu bisa bikin konten tentang best practice, hiburan, informasi, solusi, dan bantuan penggunaan produk.

5. Content Playground: Bermain dengan Konten

Konten itu kayak taman bermain, ada yang suka main pasir, ada yang suka main ayunan. Framework content playground bisa bantu kamu bikin konten yang beragam.

Caranya, bagi kontenmu jadi tiga kategori: konseptual (jelaskan tentang topik), strategis (berikan solusi), dan taktikal (tunjukin cara melakukannya). Dengan kombinasi ketiga kategori ini, kamu bisa bikin konten yang menarik dan informatif.

Kesimpulan

Sobat KopiPagi, bikin konten yang jagoan itu nggak gampang. Tapi, dengan menggunakan framework yang tepat, kamu bisa bikin konten yang efektif dan berdampak. Inget, kunci sukses konten adalah memahami audiens, cerita yang menarik, dan konten yang beragam. Selamat mencoba!