Menjadi Original: Melawan Aturan Mayoritas
Tidak ada sesuatu yang benar-benar original. Seluruh pemikiran dan ide kita dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Kita selalu ‘meminjam’ pemikiran, baik sengaja maupun tidak, bahkan seringkali mengingat ide orang lain sebagai ide kita sendiri. Namun, bukan berarti kita tidak bisa menciptakan sesuatu yang berbeda.
Dalam dunia yang dipenuhi dengan norma dan aturan yang telah ditetapkan, bagaimana seseorang bisa tampil berbeda dan menciptakan perubahan? Buku Originals: Tabrak Aturan, Jadilah Pemenang karya Adam Grant memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Dengan penelitian mendalam dan contoh nyata, Grant mengajak pembaca untuk berpikir berbeda, berani mengambil langkah yang tidak lazim, dan memanfaatkan kreativitas untuk menciptakan kebaruan yang nyata.
Asalkan kita mau menggali kreativitas, kita bisa menampilkan kebaruan pada hal yang sama.
Dalam buku "Originals: How Non-Conformists Move the World", Adam Grant mengajak kita untuk menjadi seorang original: individu yang berani mendobrak aturan, mempertanyakan norma, dan menciptakan perubahan.
Banyak orang beranggapan bahwa originalitas hanya bisa dicapai oleh orang-orang hebat yang memiliki bakat luar biasa. Namun, Grant meyakinkan kita bahwa setiap orang bisa menjadi original. Originalitas bukan hanya soal menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi juga tentang menyampaikan ide dengan cara yang unik dan berbeda, yang pada akhirnya dapat mendorong perubahan besar dalam masyarakat.
Sebagian besar dari kita mungkin merasa terhambat oleh rasa takut atau keraguan untuk menyampaikan ide yang tidak populer. Padahal, menjadi original berarti berani menghadapi penolakan dan kegagalan. Tokoh-tokoh seperti Larry Page dan Sergey Brin, pendiri Google, tidak mengorbankan kuliah dan pekerjaan mereka untuk merintis perusahaan mereka. Mereka mempertimbangkan risiko dan mengelola tantangan tanpa harus mempertaruhkan segalanya. Ini menunjukkan bahwa untuk menjadi original, kita tidak perlu bertaruh besar pada satu bidang—melainkan kita bisa menyeimbangkannya dengan hati-hati.
Bagaimana caranya?
1. Berpikir Berbeda:
-
Menghasilkan ide-ide baru: Jangan takut untuk berpikir di luar kotak. Grant menyarankan untuk menghasilkan banyak ide, bahkan yang terlihat ‘gila’ sekalipun. Semakin banyak ide, semakin besar peluang menemukan ide orisinil.
-
Menunda penyempurnaan ide: Jangan terburu-buru untuk menyempurnakan ide pertama. Biarkan ide tersebut ‘mengendap’ dan berkembang.
-
Mencari perspektif berbeda: Diskusikan ide dengan orang-orang yang memiliki sudut pandang berbeda.
2. Mengatasi Rasa Takut:
-
Merangkul keraguan: Keraguan adalah hal yang wajar. Jangan biarkan keraguan menghentikan langkah.
-
Mengubah rasa takut menjadi motivasi: Gunakan rasa takut sebagai pendorong untuk maju.
-
Fokus pada tujuan: Ingatlah mengapa kita ingin menciptakan perubahan.
3. Menghadapi Penolakan:
-
Memahami penolakan: Penolakan adalah bagian dari proses. Jangan mudah menyerah.
-
Belajar dari penolakan: Gunakan penolakan sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.
-
Mencari dukungan: Temukan orang-orang yang mendukung ide dan visi.
4. Mewujudkan Perubahan:
-
Mulai dari hal kecil: Tidak perlu langsung membuat perubahan besar. Mulailah dari hal-hal kecil yang dapat kita kendalikan.
-
Konsisten: Perubahan membutuhkan waktu dan konsistensi. Jangan mudah putus asa.
-
Berkolaborasi: Bekerja sama dengan orang lain untuk mewujudkan perubahan.
5. Menciptakan Budaya Inovasi:
-
Dorong kreativitas: Ciptakan lingkungan yang mendukung kreativitas dan inovasi.
-
Berikan kebebasan: Berikan kebebasan kepada individu untuk bereksperimen dan mencoba hal baru.
-
Hargai perbedaan: Hargai perbedaan pendapat dan ide.
Salah satu tantangan terbesar dalam berinovasi adalah memilih ide yang tepat. Banyak orang terlalu yakin dengan ide mereka, bahkan tanpa mempertimbangkan feedback dari orang lain. Namun, Grant mengajarkan bahwa salah satu langkah penting dalam menciptakan ide yang sukses adalah dengan mencari masukan dari orang lain. Ini akan membantu kita melihat kelemahan yang mungkin tidak kita sadari dan menghindari risiko kegagalan yang lebih besar.
Terkadang, keputusan terbaik datang dari penundaan. Banyak karya besar yang kita kenal, seperti lukisan Mona Lisa atau pidato Martin Luther King, menjadi sempurna karena adanya waktu untuk berpikir lebih dalam dan memperbaiki kekurangan. Penundaan memungkinkan kita untuk melihat berbagai sisi dari suatu masalah dan menciptakan solusi yang lebih matang.
Ingat, menjadi original bukan berarti menjadi pemberontak tanpa alasan. Menjadi original adalah tentang memiliki keberanian untuk berpikir berbeda, menantang norma, dan menciptakan perubahan positif.
Menghadapi Penolakan dan Ketakutan
Tidak ada orang yang terlahir tanpa rasa takut. Bahkan mereka yang dianggap sukses atau original sekalipun, memiliki keraguan dan kecemasan yang sama. Yang membedakan mereka adalah kemampuan untuk mengubah emosi negatif ini menjadi energi yang produktif. Grant menunjukkan bahwa tokoh-tokoh original tahu bagaimana mengelola emosi mereka dan menggunakannya untuk mendukung tujuan mereka, bukan menghalangi kemajuan.
Tantangan besar bagi banyak orang adalah bagaimana mengelola penolakan. Dalam banyak kasus, ide-ide yang dianggap revolusioner sering kali ditolak oleh mayoritas, terutama ketika ide tersebut dianggap terlalu radikal atau berbeda. Namun, menurut Grant, itu bukanlah halangan. Sering kali, perubahan besar datang dari kelompok yang berani bertindak meskipun menghadapi kesulitan.
Berkoalisi untuk Perubahan
Menciptakan perubahan yang signifikan tidak bisa dilakukan sendiri. Orang-orang yang dikenal sebagai tokoh original seringkali membentuk koalisi dengan kelompok lain yang memiliki tujuan yang sama. Namun, koalisi ini bukan hanya tentang kesamaan nilai, tetapi lebih kepada kesamaan taktik yang memungkinkan kelompok untuk bergerak lebih efektif dan mencapai tujuan lebih cepat.
Penting untuk memiliki kemampuan untuk berkoalisi, terutama dengan mereka yang awalnya tampak sebagai musuh. Musuh yang menjadi teman sering kali lebih memahami keraguan dan kesulitan yang dihadapi dan dapat membantu menjelaskan ide dengan cara yang lebih meyakinkan.
Kesimpulan
Menjadi original bukan berarti harus melawan semua aturan atau mengorbankan segala hal. Sebaliknya, menjadi original adalah tentang mengambil risiko yang terukur, menggali ide-ide baru dengan cermat, dan berani menghadapi tantangan meski ada ketakutan. Buku Originals mengajarkan kita untuk berpikir lebih luas, berani berbeda, dan tetap bertindak untuk menciptakan perubahan. Setiap orang berpotensi untuk menjadi original, jika mereka mau membuka pikiran dan berani mengkomunikasikan ide mereka dengan cara yang tepat.













