Data Bocor makin Parah di 2023! Ini Penjelasan dan Tips Amanin Data Kamu!
Kita semua pernah dengar tentang "data leakage", kan? Tapi apa sih sebenernya yang dimaksud dengan data leakage itu? Jadi, data leakage itu sebenernya adalah istilah umum yang mencakup berbagai jenis informasi yang menjadi tersedia untuk umum, atau dijual di dark web atau situs web bayangan lainnya. Informasi yang bocor bisa berupa dokumen internal perusahaan, basis data, kredensial login pribadi dan kerja, dan berbagai jenis data lainnya.
Salam sobat kopipagi! Dunia digital yang kita nikmati sehari-hari ternyata menyimpan sisi gelap yang mengintai, yaitu kebocoran data. Data bocor atau data leakage itu kayak apa sih? Bayangin aja data pribadimu kayak email, password, bahkan dokumen penting tersebar bebas di internet gelap. Ngeri banget, kan?
Jadi, tahun lalu tim kopipagi pernah prediksi bahwa data pribadi dan email korporat akan semakin rentan, dan prediksi itu ternyata kebanyakan akurat. Pada tahun 2023, misalnya, ada peningkatan signifikan dalam posting yang menawarkan kredensial login dan sandi untuk berbagai akun pribadi dan kerja. Secara spesifik, pada tahun 2023, volume file log malware yang berisi data pengguna yang kompromi dan diposting secara gratis di dark web meningkat sebesar hampir 30% dibandingkan tahun 2022.
Selama tahun lalu, berbagai perusahaan disebutkan dalam diskusi dark web tentang basis data internal yang bocor, termasuk yang berisi informasi klien dan dokumen di darknet. Hampir 19.000 posting seperti itu terdeteksi pada bulan Januari–November 2023.
Selain itu, karena konfrontasi politik sekarang secara inheren melibatkan elemen-elemen siber, beberapa serangan pelanggaran data juga terjadi di tengah konflik yang sedang berlangsung, seperti konflik Israel-Hamas. Misalnya, kelompok Cyber Toufan dilaporkan telah mengklaim puluhan pelanggaran data terhadap perusahaan-perusahaan Israel. Di sisi lain, lebih dari 1 juta catatan dari sistem perawatan kesehatan Palestina diposting di dark web. Secara keseluruhan, dalam ranah digital konflik, para peretas di kedua belah pihak cenderung terlibat dalam aktivitas seperti meretas berbagai layanan atau situs web, untuk mengekspos data secara publik—kadang-kadang bukan untuk keuntungan finansial tetapi lebih dengan tujuan menyebabkan kerusakan pada lawan.
Nah, laporan terbaru dari Kaspersky Lab, perusahaan keamanan siber ternama, ngasih gambaran yang cukup mengerikan tentang kondisi keamanan data di tahun 2023 kemarin. Ternyata, prediksi mereka tentang bahaya kebocoran data personal dan email perusahaan terbukti benar.
Laporan ini ngungkapin beberapa fakta yang bikin kita harus ekstra waspada:
- Hujan Data Bocor: Di 2023, terjadi peningkatan signifikan posting yang nawarin login dan password berbagai akun personal dan kantor. Nggak tanggung-tanggung, volume file log malware yang ngandung data user yang bocor dan diposting gratis di dark web melonjak hampir 30% dibandingin tahun 2022!
- Perusahaan Jadi Incaran: Sepanjang tahun lalu, banyak perusahaan yang diincertin bocornya data internal mereka, termasuk data klien dan dokumen penting. Nggak tanggung-tanggung, Kaspersky Lab nemuin hampir 19.000 posting diskusi di dark web yang ngomongin kebocoran database internal perusahaan cuman dalam kurun waktu Januari-November 2023 aja!
- Serangan Siber di Tengah Konflik: Dunia digital udah jadi medan perang baru. Peretas dari pihak yang bertikai bisa aja melancarkan serangan siber untuk ngebocorin data lawan. Contohnya, konflik Israel-Hamas. Kelompok peretas Cyber Toufan ngaku udah membocorin data dari puluhan perusahaan Israel. Nggak mau kalah, peretas dari pihak Palestina juga ngebalas dengan cara ng posting lebih dari 1 juta data rekam medis warga Palestina di dark web. Serem!
Selain kebocoran data, laporan Kaspersky Lab juga ngomongin beberapa tren serangan siber yang lagi marak:
- Malware-as-a-Service (MaaS): Di 2023, semakin banyak malware yang ditawarkan sebagai layanan (MaaS). Malware ini kayak program jahat yang bisa nyolong data sensitif dan mata uang kripto kamu. Contohnya BunnyLoader, malware yang murah tapi bisa ngecilin data penting kamu.
- Media Blackmail: Peretas yang pake ransomware suka ngebikin blog gelap buat nampilin data curian mereka dan ngasih ancaman kapan data itu bakal diumbar ke publik. Korban yang kena biasanya perusahaan. Jumlah posting di blog ransomware di 2023 naik dibandingin 2022, yang nunjukkin semakin banyak perusahaan yang kena serang ransomware.
- Laporan Palsu Tebar Ketakutan: Para ahli keamanan siber juga ngingetin waspada sama laporan palsu soal kebocoran data. Peretas suka nyebarin laporan palsu ini biar orang jadi parno.
Meskipun laporan Kaspersky Lab ngungkapin fakta yang ngeri, tenang aja! Ada beberapa tips yang bisa kamu lakuin buat ngamanin data kamu:
- Pakai password yang kuat dan unik: Jangan pake password yang gampang ditebak kayak tanggal lahir atau nama kamu. Ganti password kamu secara berkala.
- Hati-hati ngeklik link: Jangan asal ngeklik link, terutama yang berasal dari sumber yang nggak kamu kenal. Link berbahaya bisa ngebawa kamu ke situs web palsu yang bisa nyolong data kamu.
- Install antivirus dan update software: Pake antivirus yang bagus dan selalu update software di perangkat kamu biar terlindungi dari malware terbaru.
- Backup data: Biasain buat ngebackup data penting kamu secara teratur.
- Waspada phishing: Peretas sering ngirim email atau pesan palsu yang nyamar jadi lembaga resmi buat nipu kamu ngasih data pribadi.













