A letter to my Son on his 5th birthday.

Halo Nak..
Taukah kau.. 5 tahun yang lalu, aku dan ibumu, duduk diatas motor yang sekarang sudah kami jual, berpacu dengan waktu menuju klinik untuk menanti kehadiranmu ke dunia. Sesampainya disana, kami menuju ruang bersalin agar ibumu dapat segera diperiksa untuk persiapan kelahiranmu, lalu aku segera menuju ke bagian pendaftaran untuk menanyakan segala sesuatunya dan perkiraan biaya yang harus kami siapkan. Dan taukah kau, saat itu sisa uang kami tak cukup untuk menempatkanmu dan ibumu diruang VIP yang dilengkapi televisi dan AC. Akhirnya ibumu-lah yang meminta ditempatkan di kamar kelas 2 yang sederhana, dan terletak di lorong belakang, agar aku tetap bisa melunasi semua tagihan itu. Sesederhana itulah ibumu, ia tak pernah meminta kemewahan, ia juga tak mengharapkan pujian dari orang orang, ataupun malu dengan keterbatasan kami. Sampai hari ini pun, semua itu tetap sama, tak ada yang berubah.

13 jam kemudian, kau hadir, 28 Agustus 2011 jam 3 pagi. Setelah sekian lama ibumu menahan sakit dan mempertaruhkan nyawanya demi menghadirkanmu di dunia. Setelah semalaman aku tak tidur, dan khawatir tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

Untitled-1

Kini, 5 tahun sudah kau hadir ditengah-tengah kami. Kau membuat rumah kita semakin berantakan, kau membuat ibumu semakin lelah karena selalu harus ikut membereskan mainanmu, namun itu semua sangat menyenangkan dan kami menikmatinya, kau membuat hidup kami semakin lengkap dan sempurna.

Aku masih ingat beberapa hari yang lalu kau sudah mulai bisa membaca, mulai bisa menghapal angka-angka dengan bantuan tangan kecilmu, dan sudah mulai bisa mengungkapkan kemauan. Kini kau mulai mengerti perdebatanku dan ibumu, sehingga kami harus benar2 memilih waktu untuk membicarakan semuanya, agar kau tidak perlu mendengarkan masalah-masalah kami.

Nak, aku dan ibumu akan melakukan apa yang kami mampu lakukan demi kebaikanmu, supaya kelak kau menjadi pria yang baik, pria yang bertanggung jawab, sekalipun kami masih harus tetap berhemat agar kau bisa sekolah di tempat yang baik.

Kini keadaan sudah lebih baik, kita sudah bisa nyicil rumah sederhana, kau bisa bermain game dirumah, aku sudah bisa membelikanmu pensil warna yang agak mahal, kau sudah bisa mulai belajar menggunakan komputer dan internet, dan kau bersekolah di tempat yang layak. Tak seperti dulu saat tahun-tahun pertama kau hadir bersama kami, disaat kami harus serba berhemat agar selalu ada susu di meja kamarmu, yang saat itu harganya cukup mahal bagiku. Semua itu berkat yang Tuhan berikan kepada kita, atas doa2 mu dan ibumu, sehingga aku tetap bisa bekerja dan berkarya agar kehidupan kita menjadi lebih baik.

Nak, suatu saat kelak, jika kau sudah bisa mengerti semuanya, kau harus tahu, bahwa menjadi manusia berguna adalah segala-galanya. Semoga kelak kau menjadi pria yang baik, bertanggung jawab dan memiliki karya-karya yang bermanfaat bagi banyak orang. Milikilah kekayaan sebanyak mungkin, agar kau tidak kesulitan ketika ingin membantu sesamamu, karena hakikatnya, untuk itulah kita diberikan kelebihan, yang tak akan pernah ada artinya jika hanya kau nikmati sendiri, apalagi kau pamer-pamerkan ke orang-orang.

IMG_20160802_063340_HDR

Nak, jadilah pria baik, jadilah pria yang berani mengambil keputusan, dan jadilah pria yang karya-karya nya bisa dimanfaatkan banyak orang. Jadilah terang dunia, buktikanlah kalau kau adalah orang yang bisa diandalkan ketika sesamamu membutuhkan, seperti saat orang-orang membantu kami saat kami kesulitan. Kelak, kau akan ku beri tahu, siapa saja yang telah membantu hidup kita, dan kau harus membantu mereka juga saat mereka membutuhkan bantuanmu suatu saat nanti.

Ingatlah selalu, bahwa tidak mudah untuk menghadirkanmu ke dunia, ibumu harus bertaruh nyawa, bapakmu harus memutar otak untuk mencukupi segalanya, dan kami juga harus terus belajar dan melakukan segalanya untuk membuatmu tumbuh dewasa.

Di Tahun kelima dalam hidupmu ini, teruslah belajar, teruslah berusaha, jangan menyerah dan tetaplah bersyukur. Jadilah pria sederhana dalam sikap namun kayaraya dalam karya. Semoga Tuhan memberikanmu kesempatan dan berkat yang cukup, dan semoga aku dan ibumu diberikan waktu dan kesempatan untuk ikut menikmati karya-karya hebatmu kelak.

Kau adalah berkat terbaik yang Tuhan berikan untuk kami, untuk bapak dan ibumu ini. Lakukanlah segala apa yang kau bisa untuk membawa dampak baik bagi dunia.

Be a great man bro..

Arief Pramasto
IG & Tw : @ariefpramasto

Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someonePrint this page

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 5 =