Inovasi

Pagi ini, seperti biasa, baca berita dan artikel sambil minum kopi. Pilihan situs hari ini adalah tekno.kompas.com. Rutinitas ini selalu jadi “sarapan pagi” selama beberapa tahun terakhir. Headline di situs itu langsung membuat jari mengarah ke sebuah berita yang menginformasikan bahwa mulai hari ini, layanan Google Maps dapat menampilkan info tarif ojek online dan taxi online di Indonesia. Saya nggak akan bahas seperti apa isi beritanya, (silakan googling sendiri). Namun satu hal yang seharusnya disadari oleh siapapun, terutama bagi mereka yang saat ini sedang menjalankan bisnis / perusahaan, “INOVASI”.

Kita semua tahu seperti apa Google, sebesar apa perusahaan itu, dan berapa pendapatan mereka setiap tahunnya. Google bisa dikatakan sebagai salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh bagi umat manusia di era modern seperti saat ini. Kita bisa lihat bagaimana mereka tetap sibuk memikirkan kepentingan serta kerepotan orang lain, dan berhasil mengambil peran untuk memberikan solusinya. Dan Ternyata, mereka tetap ber-inovasi tanpa henti, dan tidak diam saja menikmati kenyamanan yang sudah mereka raih.

Inovasi nampaknya bisa dikatakan sebagai nafas dari sebuah perusahaan yang beroperasi di era modern. Bukan hanya yang bergerak dibidang teknologi, namun juga perusahaan yang bergerak di sektor-sektor non teknologi. Kita sudah sering melihat, betapa menyakitkannya kehadiran supermarket modern bagi para pengusaha warung kelontong tradisional, padahal supermarket-supermarket itu menjual dengan harga yang lebih mahal. Dan lebih menyakitkannya, invasi jaringan bisnis yang dilakukan oleh supermarket-supermarket itu sudah sampai ke pelosok2 yang sebenarnya masih menjadi pasar bagi warung tradisional. Siapa yang salah? ah.. entahlah, yang jelas, jika para pemilik warung itu menyadari potensi “ancaman” bisnis itu, dan mau menyikapi dengan mulai berinovasi, mungkin ceritanya akan lain. Dan saat ini, satu-satunya strategi yang bisa mereka lakukan adalah dengan menurunkan ekspektasi dan mulai untuk tidak menggantungkan hidup dari hasil warung.

Itu adalah contoh sederhana dari akibat minimnya inovasi dalam menjalankan bisnis / usaha. Masih banyak sektor-sektor usaha lain yang mengalami nasib serupa. Inovasi adalah faktor yang sangat penting dan sangat berpengaruh untuk menentukan masa depan bisnis. Bukan hanya untuk bersaing, namun lebih kepada menjaga relevansi usaha agar tetap berjalan, tetap produktif dan tetap dibutuhkan oleh pasar, terutama di era modern seperti sekarang. Seperti halnya saat tulisan ini dibuat pada aplikasi Google Keep yang telah merubah cara orang / kebiasaan orang mencatat yang semula membawa kertas kemana-mana menjadi cukup membawa sebuah smartphone di dalam kantong mereka.

Kuncinya sekarang ada pada setinggi apa ekspektasi kita atas bisnis yang sedang dijalankan, dan mulai berinovasi untuk mencapainya. Jika pilihannya ada pada menikmati kenyamanan yang saat ini ada dan malas berinovasi karena merasa semuanya sudah cukup, maka bersiap-siaplah untuk menjadi penonton setia atas perkembangan dunia bisnis yang tidak memberikan tempat bagi kita untuk berperan didalamnya.

Dalam bisnis, mereka yang bisa beradaptasi-lah yang akan tetap ada dan tetap dibutuhkan. Good job Google,

Arief Pramasto
IG & TW : @ariefpramasto

Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someonePrint this page

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + eleven =