The measure of who we are is what we do with what we have

Judul ini terinspirasi dari kutipan tulisan┬áVince Lombardi, pelatih legendaris american football AS tahun 1960an ; “The measure of who we are is what we do with what we have”

Kemaren sore saya mendapat kesempatan untuk hadir di acara buka bersama di rumah salah seorang teman. Awalnya saya pikir hanya saya bersama beberapa teman komunitas yang diundang, namun ternyata banyak sekali yg hadir disana.

Semua bersalaman, ngobrol-ngobrol, lalu teman-teman yg beragama muslim bersama-sama jalan kaki ke masjid komplek untuk sholat maghrib. Selepas teman2 dari masjid, kita semua makan bersama, ngobrol2 lagi sambil ngemil.

Dibalik semua suasana “adem ayem” itu, ada beberapa hal menarik yang sebenarnya dari kemaren sudah nggak sabar pengen saya share. Yang mengundang kami adalah seorang teman, kami panggil dia bro Dewan, dokter muda dan keren yang menurut saya cukup menginspirasi.

Pernah suatu ketika, malam itu hujan deras, anak saya; Reno sakit demam, dan saya nggak bisa bawa ke RS karena nggak ada (baca: nggak punya) mobil. Ditengah kebingungan itu saya telp beliau, dan saya ceritakan keluhannya, beberapa detik kemudian sebuah SMS terkirim ke hp saya berisi daftar obat yang harus dibeli, malam itu juga, hujan2 saya meluncur ke Apotik, esok harinya si Reno sudah baikan dan bisa sekolah. Ada lagi cerita teman lain, bro Rio namanya, yang pernah dibantu saat anaknya dirawat di RS, seluruh biaya di “traktir” oleh istri bro Dewan yg kebetulan juga seorang dokter di RS tersebut, bahkan sepulang dari RS, bro Dewan rutin berkunjung setiap hari untuk memantau perkembangan kesehatannya.

Menarik.. disaat kita hidup cukup, bahkan berlebih, kita bisa menggunakannya untuk membantu banyak orang, menolong teman dan saudara. Bisa mengundang banyak teman-teman untuk makan bersama, dan selalu mengucapkan terimakasih pada kami (padahal kami yg diundang makan, harusnya kami yg berterimakasih) :p.

Bro Dewan punya segalanya, profesi keren, istri dan keluarga yg baik, punya banyak teman dengan berbagai kalangan, daaannn motor-motornya juga keren.. hahahahaha.. :p. Semua itu bukan dimilikinya hanya untuk kepentingannya sendiri, tapi ia gunakan juga untuk membantu banyak orang.

Jika suatu saat nanti, atau mungkin saat ini, saya, anda, kamu, kalian, dan kita; punya kesempatan untuk berkecukupan, manfaatkanlah untuk kepentingan banyak orang, bantu sesama, teman dan saudara, bukan malah memberikan sumbangan dan mengumumkannya supaya dunia tahu berapa sumbangan anda. Biarlah dunia bercerita dengan sendirinya.

Karena ini semua bukan tentang apa yang kita punya, tapi tentang apa yang bisa kita beri dan kita lakukan bagi banyak orang

Terus berkarya bro.. dan jadilah bagian penting dalam upaya memberikan dampak baik bagi semua orang.

Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someonePrint this page

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 5 =