Stop saying “I Don’t Know”

Entah ini budaya atau kebiasaan bangsa kita, bahwa kalimat “Saya tidak tahu” seringkali kita dengar dari orang-orang yang cenderung memiliki sikap pasif, lepas tanggung jawab, atau bahkan tidak peduli. Kerap kali saya bertemu dengan mereka yang ketika dalam sebuah meeting atau diskusi, selalu saja memposisikan dirinya dalam situasi aman dengan berkata “saya tidak tahu”, dan seolah – olah permasalahan yang sedang dibahas bukanlan urusan mereka; (padahal kami berada di organisasi yang sama).

Pernah juga suatu ketika saya datang ke kantor Pelayanan Pemerintahan untuk mengurus sesuatu, disana yang saya temui adalah orang-orang yang kebanyakan menjawab “tidak tahu” ; dan yang lebih mendingan (baca : agak mikir) adalah menyuruh saya untuk menemui seseorang (menyebut nama), laaah ini kantor pelayanan publik kok urusannya sama perorangan (baca : oknum), padahal saya datang ke counter depan yang harusnya tahu semua hal tentang pelayanan yang mereka berikan.

Jika kita sadar dan merasa peduli dengan proses tumbuh kembang diri maupun organisasi, sebaiknya kebiasaan yang menurut saya kontraproduktif ini haruslah segera dibuang jauh-jauh. Tidak semua orang bisa tahu semua hal, apalagi menguasai semua hal. Namun setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mencari tahu, untuk belajar, dan untuk terus mengembangkan diri mereka, dan jika berhubungan dengan perusahaan, semua orang dalam perusahaan itu seharusnya tahu seluruh standart pelayanan dan seluruh produk yang ada, karena pastilah mereka menjalani training yang sama, dan kalaupun masih belum tahu, bisa dengan mudah bertanya pada teman yang lain di meja sebelah. Tinggal mau atau nggak???

Stop saying “I don’t know” mulai hari ini. Tumbuhkan kepedulian, munculkan kebiasaan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Ketidaktahuan itu bukan kelemahan yang menghambat perkembangan diri, justru jadi sebuah “kasur empuk” untuk “memantul” dengan terus belajar dan mencari tahu, namun ketidakmauan belajar, dan menumbuhkan wawasan-lah yang sampai dengan saat ini masih menjadi cara terbaik untuk tidak berkembang, tidak tumbuh, tidak produktif dan terpuruk dalam kebodohan.

Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someonePrint this page

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + seven =