Kongkow Produktif

Inilah alasan kenapa kita tidak boleh terlalu sibuk, apalagi sibuk dengan rutinitas yang sebenarnya sangat bisa di-delegasikan; (baca artikel : You can do anything, but not everything). Bisnis selalu erat kaitannya dengan kegiatan membangun dan membina relasi, semakin “intim” hubungan kita dengan relasi, maka bisnis juga (umumnya) lebih mudah dijalankan, lebih mudah laku. Karena bisnis apapun pasti tentang menjual sesuatu, dan manusia pada umumnya memiliki kecenderungan untuk membeli pada orang orang yang sudah mereka kenal. Nah kalau kita saja masih bersibuk-sibuk ria.. gimana bisa punya waktu untuk kongkow2..?

Okay, back to topic.. “kongkow produktif”, istilah yang cukup aneh sebenarnya, dimana biasanya yang namanya kongkow ya kongkow aja, makan – makan, ketawa ketiwi, dan lebih banyak omongan-omongan yang terkesan nggak penting. Kongkow produktif disini maksudnya adalah kongkow bersama orang-orang yang memiliki visi, pola pikir, dan mindset yang selaras (bukan sama), sehingga diskusi yang dilakukan dapat membuahkan sesuatu yang bermanfaat, entah bagi kehidupan maupun urusan pekerjaan dan bisnis.

Saya mengalami dan merasakan betul manfaatnya, selain dapat menumbuhkan relasi, ngumpul dan ngobrol bersama mereka ibaratnya sebuah “sekolah” dimana ilmu dan pengetahuan apapun dapat kita peroleh langsung dari mereka secara gratis.

Bahkan, dari kongkow2 itulah banyak proyek masuk, klien2 baru, dan tanpa disadari, bisnis pun berjalan dan pasar semakin luas. Lambat laun, kongkow2 semacam ini menjadi kebiasaan dan jadi salah satu media untuk belajar sambil memasarkan “dagangan” kita.

Kongkow2 semacam ini biasanya berdurasi suanggaaattt panjang, bisa 4-5 jam dalam sekali ngumpul, saking serunya topik yang dibicarakan. Nah, yang harus dilakukan adalah mengatur waktu, agar semua aspek dalam kehidupan kita (kerja, keluarga) dapat tetap “terlayani”.

Belajar bisa dari mana saja dan dari siapa saja, mulai dari bangku kuliah sampai warung kopi pinggir jalan, semua tergantung kemauan kita untuk tetap menumbuhkan wawasan, pengetahuan dan pengalaman.

Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someonePrint this page

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen + 5 =