Ke-Galau-an antara Nafsu Konsumtif dan Kondisi Keuangan yang pas pasan

Setiap kali pemasukan meningkat, secara tiba-tiba kebutuhan kita juga ikut meningkat. Yang dulu tidak butuh sepatu Adidas atau Kickers, tiba-tiba saja butuh, yang dulu merasa baik-baik saja menggunakan Smartphone dengan RAM 1Gb, tiba-tiba saja Smartphone itu terasa lambat dan harus diganti dengan Ram yang lebih besar.

Saya dulu pernah mendengar namun lupa sumbernya ; bahwa “negara yang warga negaranya memiliki gengsi tinggi, biasanya negara itu sulit maju”, waahh.. apakah itu sindiran bagi negara kita?? silakan dijawab sendiri.

Namun faktanya, perilaku (sebagian) dari kita sebenarnya cukup mencerminkan situasi itu, dimana ketika kita punya uang lebih, pastilah secara tiba-tiba kita jadi sangat konsumtif. Beli handphone baru, beli baju baru, sepatu baru, lalu merasa risih nongkrong di warung pinggir jalan, dan berpindah ke kafe-kafe yang mahal. Begitu seterusnya sampai pada akhirnya sadar bahwa kerja bertahun-tahun hanya menyisakan tumpukan baju dan sepatu di lemari, lemak di dalam perut, dan gadget-gadget yang tak berguna, ketinggalan jaman dan tak laku dijual.

Akhirnya, kita tidak pernah punya tabungan, tidak ada dana untuk membeli rumah, dan ironisnya, hal ini disebabkan bukan karena ketidakmampuan, namun karena gaya hidup yang berlebihan. Coba pikirkan kembali, jika saja seluruh uang yang dihabiskan bertahun tahun untuk membeli barang-barang konsumtif itu dikumpulkan sebagian, minimal bisa digunakan untuk uang muka rumah, dan selanjutnya anda tinggal mengatur gaya hidup agar bisa membayar cicilannya. Kalaupun anda sudah punya rumah dan mobil, uang itu bisa diinvestasikan ke dalam aset lain, misalnya tanah, kos-kosan, reksadana, deposito dll. Ketika semua itu sudah anda miliki, saatnya menggunakan rejeki-rejeki itu untuk membantu orang lain, asik kan??

Sebenarnya semua tergantung cara kita mengendalikan diri, saatnya mulai merubah bagaimana cara dan mindset tentang membeli barang. Sebagai contoh, jika barang yang dibeli hanya memiliki masa pakai/fungsi kurang dari 1 tahun, maka sebaiknya anda beli yang murah. Misalkan kaos, kemeja, celana dll, karena faktanya, sebelum 1 tahun anda pasti sudah bosan menggunakannya, demikian juga dengan handphone, yang mana perkembangannya saat ini begitu pesat, hampir setiap hari ada iklan handphone baru, padahal dengan OS ANDROID, handphone seharga 10 juta fungsinya sama dengan yang harga 1 jutaan, ketika kurang fitur, tinggal download aplikasinya, berbeda dengan jaman feature phone. Namun jika barang yang dibeli memilki masa pakai yang panjang, maka belilah yang berkualitas dan sedikit mahal namun masih sesuai dengan kemampuan finansial.

Boleh-boleh saja kok mengikuti trend, wisata keluar negeri, makan di kafe-kafe mahal, namun perlu diingat, jika penghasilan anda masih pas-pasan, maka sebaiknya anda berusaha untuk meningkatkan karir anda, atau memilih mengatur lagi belanja anda, tidak bergaya hidup boros dan menghindari konsumsi yang bersifat emotional spending.

Mengenai menabung, jika tak bisa melakukannya, minimal kendalikan sifat konsumtif, beli barang yang memang benar-benar dibutuhkan, bukan sekedar karena ingin atau ikut-ikutan trend. Banyak rumusan untuk bisa menabung, namun semuanya kembali kepada diri sendiri sebagai pemilik uang. Silakan digunakan dengan bijak, dan jangan sampai menyesal dikemudian hari.

Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someonePrint this page

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + 12 =