The Job of The Leader is to Create Another Leaders

Tugas pemimpin adalah menciptakan pemimpin-pemimpin baru. Konsep ini sangat jarang disadari oleh banyak orang yang saat ini sedang menjalankan peran sebgai seorang pemimpin, baik dalam perusahaan maupun organisasi.Kebanyakan pemimpin/leader pada umumnya selalu berkutat pada tugas tentang bagaimana mengatur strategi bisnis untuk mencapai target, mengatur bagaimana SDM bisa menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik dan ini.. dan itu.. dan hal-hal lain yang sudah menjadi rutinitas.

its okay.. itulah tugas pemimpin.. namun ada satu tugas penting yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin.. yaitu menciptakan pemimpin-pemimpin baru.

 Trust..!!

Sebagai pemimpin, harus memiliki “skill” untuk mempercayai. Silakan dibuktikan, ini bukan hal mudah. :p. Harus memilih orang yang tepat, dengan kemampuan yang sesuai dan harus memberikan kepercayaan sepenuhnya, semua itu harus dilakukan secara obyektif (bukan subyektif), artinya tidak ada unsur suka/tidak suka, dekat/tidak dekat, semuanya harus obyektif, dan ini benar-benar tidak mudah?

Berani memberikan otonomi / kewenangan / kepercayaan lebih pada staff/bawahan/followers akan membuat mereka berkembang, dan sedikit – demi sedikit mereka akan dapat memimpin dirinya sendiri. Setelah mereka mampu untuk mandiri (tidak lagi disetir apalagi di-remote :p) mereka akan mampu untuk memimpin orang lain atau sebuah divisi/project.

Intinya adalah, berani memberikan kepercayaan pada orang lain untuk melakukan sebuah tugas, dan tekankan mengenai tanggung jawabnya.

Memberikan Instruksi Detail..?? Stop It..!!

Apakah tidak boleh seorang pemimpin memberikan instruksi men-detail pada staff nya..?? tentu boleh-boleh saja.. namun cara ini akan berdampak buruk pada si staff itu sendiri. Ia tak akan pernah berkembang, selamanya hanya akan jadi pelaksana yang tidak memiliki inisiatif, ide, dan kreativitas.

Seorang leader harus memberikan informasi detail pada goal yang akan dicapai.. bukan bagaimana mencapainya.. hmm.. agak susah dipahami ya.. okay.. begini.. misalkan anda menginstruksikan seseorang untuk pergi ke Semarang, anda cukup menjelaskan tujuannya,dan kapan harus sampai disana, namun tidak perlu menjelaskan rute nya, harus lewat sini, situ dsb.. Biarkan pikiran mereka berkembang, tidak perlu disetir / diremote / diarahkan.. cukup berikan tujuannya, targetnya dan deadline nya.. biarlah mereka ber-kreativitas untuk mencapainya.. dengan cara dan gaya mereka sendiri, dan pastikan mereka memahami resiko yang harus dipertanggungjawabkan.

Jangan biarkan kreativitas mereka mati karena menerima informasi yang terlalu detail. Berikan kesempatan mereka untuk berpikir dan memutuskan mulai dari hal-hal sederhana, dan mereka akan mulai tampil sebagai pemimpin.

Biarkan mereka yang menilai..

Setiap hasil pekerjaan haruslah dilihat kualitasnya, sehingga akan muncul sebuah nilai untuk menentukan capaian dari target-target yang sudah ada. Dalam tahap ini, biarkan mereka melakukannya sendiri, dengan parameter dan standart mereka sendiri. Dalam tahap ini akan terlihat siapa yang memang layak menjadi pemimpin baru dan mana yang masih harus banyak belajar. Dan berikan mereka ruang untuk mengungkapkan serta menjelaskan penilaian mereka atas pekerjaan mereka sendiri.

Untuk menciptakan “the next leader”, kita harus mampu untuk menilai kualitas pekerjaan dari bagaimana cara seseorang mengevaluasi kesalahan/kekurangan, bukan hanya dari capaian-capaian nya. Cara seseorang melakukan evaluasi, memperbaiki kesalahan dan mencari solusi akan sangat berpengaruh pada pola kepemimpinann pada saat orang ini menjadi pemimpin. Beri mereka ruang dan waktu untuk melakukan proses ini.

Beri kesempatan dan kepercayaan kepada mereka untuk memimpin dirinya dan pekerjaannya sendiri, lalu tanpa disadari mereka akan tampil untuk memimpin sebuah “pekerjaan” besar dengan cara yang mungkin lebih baik dan lebih hebat.

Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someonePrint this page

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × two =