A letter to my Son on his 5th birthday.

Halo Nak..
Taukah kau.. 5 tahun yang lalu, aku dan ibumu, duduk diatas motor yang sekarang sudah kami jual, berpacu dengan waktu menuju klinik untuk menanti kehadiranmu ke dunia. Sesampainya disana, kami menuju ruang bersalin agar ibumu dapat segera diperiksa untuk persiapan kelahiranmu, lalu aku segera menuju ke bagian pendaftaran untuk menanyakan segala sesuatunya dan perkiraan biaya yang harus kami siapkan. Dan taukah kau, saat itu sisa uang kami tak cukup untuk menempatkanmu dan ibumu diruang VIP yang dilengkapi televisi dan AC. Akhirnya ibumu-lah yang meminta ditempatkan di kamar kelas 2 yang sederhana, dan terletak di lorong belakang, agar aku tetap bisa melunasi semua tagihan itu. Sesederhana itulah ibumu, ia tak pernah meminta kemewahan, ia juga tak mengharapkan pujian dari orang orang, ataupun malu dengan keterbatasan kami. Sampai hari ini pun, semua itu tetap sama, tak ada yang berubah.

Continue Reading

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

Inovasi

Pagi ini, seperti biasa, baca berita dan artikel sambil minum kopi. Pilihan situs hari ini adalah tekno.kompas.com. Rutinitas ini selalu jadi “sarapan pagi” selama beberapa tahun terakhir. Headline di situs itu langsung membuat jari mengarah ke sebuah berita yang menginformasikan bahwa mulai hari ini, layanan Google Maps dapat menampilkan info tarif ojek online dan taxi online di Indonesia. Saya nggak akan bahas seperti apa isi beritanya, (silakan googling sendiri). Namun satu hal yang seharusnya disadari oleh siapapun, terutama bagi mereka yang saat ini sedang menjalankan bisnis / perusahaan, “INOVASI”.

Continue Reading

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

Gaya Hidup Semu Demi Sebuah Definisi Palsu.

Ada banyak cara bagi anak muda untuk menunjukkan eksistensinya, dari mulai yang biasa-biasa saja sampai pada hal-hal yang aneh. Semua didasari pada alasan “kekinian” dan “pengakuan”. Tulisan ini bukan bermaksud untuk membenarkan atau menyalahkan pihak-pihak tertentu dengan cara berpikir dan kemampuan finansialnya masing-masing, namun fokus tulisan ini adalah pada sudut pandang lain (yang bagi sebagian orang belum tentu sesuai) mengenai bagaimana mengelola gaya hidup, terutama anak muda (atau yang mengaku masih muda), dalam upaya mendefinisikan diri dan menunjukkan eksistensi.

Continue Reading

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

The measure of who we are is what we do with what we have

Judul ini terinspirasi dari kutipan tulisan Vince Lombardi, pelatih legendaris american football AS tahun 1960an ; “The measure of who we are is what we do with what we have”

Kemaren sore saya mendapat kesempatan untuk hadir di acara buka bersama di rumah salah seorang teman. Awalnya saya pikir hanya saya bersama beberapa teman komunitas yang diundang, namun ternyata banyak sekali yg hadir disana.Continue Reading

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

Stop saying “I Don’t Know”

Entah ini budaya atau kebiasaan bangsa kita, bahwa kalimat “Saya tidak tahu” seringkali kita dengar dari orang-orang yang cenderung memiliki sikap pasif, lepas tanggung jawab, atau bahkan tidak peduli. Kerap kali saya bertemu dengan mereka yang ketika dalam sebuah meeting atau diskusi, selalu saja memposisikan dirinya dalam situasi aman dengan berkata “saya tidak tahu”, dan seolah – olah permasalahan yang sedang dibahas bukanlan urusan mereka; (padahal kami berada di organisasi yang sama).Continue Reading

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

Ke-Galau-an antara Nafsu Konsumtif dan Kondisi Keuangan yang pas pasan

Setiap kali pemasukan meningkat, secara tiba-tiba kebutuhan kita juga ikut meningkat. Yang dulu tidak butuh sepatu Adidas atau Kickers, tiba-tiba saja butuh, yang dulu merasa baik-baik saja menggunakan Smartphone dengan RAM 1Gb, tiba-tiba saja Smartphone itu terasa lambat dan harus diganti dengan Ram yang lebih besar.

Continue Reading

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

Kongkow Produktif

Inilah alasan kenapa kita tidak boleh terlalu sibuk, apalagi sibuk dengan rutinitas yang sebenarnya sangat bisa di-delegasikan; (baca artikel : You can do anything, but not everything). Bisnis selalu erat kaitannya dengan kegiatan membangun dan membina relasi, semakin “intim” hubungan kita dengan relasi, maka bisnis juga (umumnya) lebih mudah dijalankan, lebih mudah laku. Karena bisnis apapun pasti tentang menjual sesuatu, dan manusia pada umumnya memiliki kecenderungan untuk membeli pada orang orang yang sudah mereka kenal. Nah kalau kita saja masih bersibuk-sibuk ria.. gimana bisa punya waktu untuk kongkow2..?

Continue Reading

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

You can do anything, but not everything

Sibuk, sesuatu yang terlihat keren namun mematikan. Sibuk karena harus melakukan semuanya sendiri, mengambil keputusan sendiri, mengerjakan semua pekerjaan sendiri. Sibuk karena tidak ada waktu untuk belajar memberdayakan orang lain dan mempercayai mereka untuk melakukan pekerjaan kita. Sibuk karena semua tentang “saya” dan “hanya saya yg bisa melakukan”.

Continue Reading

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page

The Job of The Leader is to Create Another Leaders

Tugas pemimpin adalah menciptakan pemimpin-pemimpin baru. Konsep ini sangat jarang disadari oleh banyak orang yang saat ini sedang menjalankan peran sebgai seorang pemimpin, baik dalam perusahaan maupun organisasi.Kebanyakan pemimpin/leader pada umumnya selalu berkutat pada tugas tentang bagaimana mengatur strategi bisnis untuk mencapai target, mengatur bagaimana SDM bisa menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik dan ini.. dan itu.. dan hal-hal lain yang sudah menjadi rutinitas.

Continue Reading

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someonePrint this page